Mei 07, 2009

Tiga Teladan Yesus

Ada banyak teladan yang Yesus berikan, tetapi hanya tiga saja yang akan dibahas pada saat ini.
1. Taat sampai selesai
“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.”…” (Yoh 19:30). Apa pun yang harus terjadi, Ia tidak pernah tidak taat dan tidak pernah pensiun dalam menjalankan kehendak BapaNya. Fil 2:8 mengatakan bahwa “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati…” Dalam keadaanNya saebagai manusia yang dapat merasakan sakit, Ia rela menerima hukuman salib sehingga oleh ketaatanNya Rm 5:9 menuliskan, “…demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
Kalau saja Yesus tidak taat ketika itu pasti tidak ada Alkitab Perjanjian Baru. Pastinya juga kita tidak mungkin mengenal Tuhan segala tuhan, dan kita tidak mungkin beribadah kepada Tuhan. Kita tidak mungkin menerima setiap janjiNya dan hidup ini pasti menjadi berantakan. Karena itu seperti teladan yang sudah Ia berikan, mari kita juga berikan ketaatan kita kepada Tuhan dalam hidup ini.
2. Rendah hati
Mrk 5:40 Ketika itu Ia ditertawakan karena mengatakan bahwa sang anak hanya tertidur, padahal menurut orang banyak anak itu sudah mati. Dalam bahasa aslinya kata menertawakan ditulis katagelao, yang berarti Yesus ditertawakan berulang kali dengan tawa yang menghina. Sebagai seorang Tuhan yang mempunyai kemampuan apa saja, pasti sangat tertantang untuk menghukum mereka dan mendemonstrasikan kemampuanNya. Tetapi ayat 43 mengatakan bahwa dengan sangat Ia berpesan (kepada orangtua sang anak dan mereka yang datang bersama denganNya) supaya jangan seorang pun mengetahui bahwa Ia telah ‘membangunkan’ anak itu.
Sebagai pengikut Kristus kita juga patut mengikuti teladanNya. Karena Ams 22:4 mengatakan bahwa ada ganjaran bagi kerendah hatian kita. Sejak zama Musa firman juga sudah mengingatkan supaya kita rendah hati (Ul 8:17-18) dan mengingat bahwa Tuhan yang membuat kita mampu, bukan karena kekuatan dan kekuasaan tangan kita. Karena itulah orang yang rendah hati dikasihiTuhan, sebab mereka sadar tanpa Tuhan ia bukan siapa-siapa, kosong, seperti bayi baru lahir yang tidak membawa apa-apa.
3. Belas kasihan
Dalam pelayananNya Yesus acapkali tergerak oleh belas kasihan. Setidaknya hal ini tercatat sebanyak 9 kali dalam Injil. Hal ini berarti belas kasihan Kristus memang sungguh dirasakan oleh para murid ketika itu sehingga mereka semua mencatatnya dalam Injil mereka masing-masing. Salah satu murid yang mencatatnya adalah Markus ketika Yesus melayani orang banyak walau Ia sendiri butuh istirahat dan makan (Mrk 6:34, 31). Bagi pengikut Kristus, kitab Amsal menyebutkan setidaknya ada 3 manfaat dari belas kasihan:
Berbahagia (Ams 14:21)
Memuliakan Tuhan (Ams 14:31)
Memiutangi Tuhan (Ams 19:17)

Demikianlah tiga teladan Kristus yang dapat kita pelajari pada hari ini