Mei 07, 2009

Mengapa Karyawan Meninggalkan Perusahaan?

Ada yang karena alasan gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Gallup Organization mengadakan penelitian tentang hal ini. Survey yang dilakukan terhadap lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer ini lalu dipublikasikan dengan judul “First Break All the Rules”. Orang meninggalkan manajer atau direktur Anda, bukan perusahaan. Demikianlah papar Marcus Buckingham dan Curt Hoffman sang penulis buku ini. Kebutuhan utama karyawan tidak selalu terkait dengan uang, tetapi lebih kepada bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Dan hal ini kerap bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
Survei menurut majalah Fortune beberapa tahun lalu mengatakan bahwa hampir 75% karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit. Banyak penyebab stres di tempat kerja, tetapi bos yang buruk kemungkinan adalah yang paling parah. Hal ini pasti langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Menurut pakar SDM, dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kejadian pertama, ia mungkin tidak langsung pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Waktu kejadian kedua, pikiran itu diperkuat. Dan waktu kejadian yang sama terulang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka akan melakukan serangan pasif, seperti: membandel dan memperlambat kerja, melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada atasan. Jika hal ini berlangsung lama, seorang karyawan akan berhenti karena masalah yang tampaknya remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seseorang, melainkan 99 pukulan sebelumnya.
Walau tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah hal ini untuk sesaat: biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Biaya untuk mencari dan melatih penggantinya, biaya karena tidak ada orang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu, kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut, kehilangan moril sejawat kerjanya, kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain, dan tentu saja kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi duta korporasi tersebut, baik itu tentang sisi positif atau keburukannya.